Jurgen Klopp: Kartu Merah Untuk Alexis Sanchez

Alexis Sanchez menemukan kartu merah saat Liverpool takluk dari Inter Milan di Liga Champions. Manajer The Reds Jurgen Klopp memperhitungkan penengah telah betul mengusir pemain asal Chile tesebut.

Liverpool mengalami Inter pada leg kedua sesi 16 besar Liga Champions, Rabu( 9/ 3/ 2022) dini hari Wib. Main di Anfield, The Reds takluk dengan angka 0- 1.

Ada pula gol Inter Milan dilahirkan oleh Lautaro Martinez. Tetapi, sedetik setelahnya, Sanchez wajib pergi lapangan lebih cepat sehabis menemukan kartu merah.

Sanchez menyambut kartu kuning kedua dampak melaksanakan tekel pada Fabinho. Pada sesi awal, Sanchez juga diganjar kartu kuning sebab melanggar Thiago.

Lulus ke Perempat Final

Terbebas dari hasilnya, Liverpool senantiasa lulus ke sesi perempat akhir dengan mendapat hasil akumulasi angka 2- 1. Perihal itu pasti saja membuat Klopp amat suka.

” Seni sepak bola merupakan takluk dalam pertandingan yang pas,” tambahnya.

” Aku sedang mencibirnya, namun bila terdapat pertandingan yang takluk, itu merupakan malam ini sebab sasaran kuncinya merupakan lulus serta kita sudah melaksanakannya.”

Sanchez Beruntung

Alexis Sanchez melaksanakan tekel yang amat beresiko pada Thiago pada sesi awal serta cuma menemukan kartu kuning. Klopp memperhitungkan Sanchez amat asian wasit tidak mengusirnya.

“ Aku pikir ia lumayan asian sebab ia tidak memperoleh[kartu] warna berlainan di sesi awal sebab pelanggaran kepada Thiago, kaki setinggi dengkul, suasana seragam,” lanjutnya.

” Antusiasme itu bagus, betul- betul baik, namun bila itu membidik pada keadaan sejenis ini, itu tidak menolong.”

Baca juga: Inilah Raja Gol Liga Inggris

Kartu Merah Sanchez

Jurgen Klopp tidak terkesan dengan pelanggaran yang ia coba Alexis Sanchez kepada para aktornya. Sebab itu, ia memperhitungkan Sanchez amat layak menemukan kartu merah dalam pertandingan ini.

” Aku tidak paham kenapa kita wajib mangulas itu,” tutur Klopp, Sky Sports.

” Bila Kamu main sepak bola, bila Kamu cuma dapat memenangkan bola, bila Kamu menaruh diri Kamu dalam posisi yang mematikan rival hingga Kamu tidak akan memenangkan bola. Itu ia.

” Bila Fabinho masuk dengan hasrat yang serupa, berupaya mencapai bola semaksimal bisa jadi dengan kakinya, hingga kedua pemain akan luka.

” Fabinho terdapat di situ sebab ia memperhitungkan bila bola tidak meninggi, hingga ia akan memperolehnya.”

“ Namun sebab Sanchez melambung, ia memegang bola namun pada kesimpulannya ia tidak dapat menyudahi serta menabrak Fab dengan metode yang amat kurang baik, jujur saja.”